Halaman

Senin, 29 Juli 2013

:: Manfaat Berbuka Puasa dengan Buah Kurma ::

Dr. Hissam Syamsi Basya dalam tulisannya menjelaskan berdasarkan penelitian biokimia, satu kurma yang kita makan itu mengandung air 20-24%, gula 70-75%, 2-3% protein, 8,5% serat, dab sedikit sekali kandungan lemak jenuhnya (lecithine). Lain lagi dengan kurma mengkel (atau Ruthab) yang mengandung 65-70% air, 24-58% zatgula, 1,2-2% protein, 2,5% serat, dan sedikit mengandung lemak jenuh. Dr. Ahmad Abdul Ra'ouf en Dr. Ali Ahmad Syahhat pernah melakukan penelitian kimiawi dan fisiologi terhadap kurma, hasilnya? Menakjubkan! Coba lihat:

  1. Jika kita buka puasa dengan kurma ruthab atau tamar, persentase kandungan zat gula kita akan naik, artinya bisa membantu mengilangkan penyakit anemia (kurang darah). Oya, ruthab itu artinya kurma yang mengkal, yang masih segar, dan juga matang di pohon. Nah, kalo tamar itu kurma matang kering yang banyak terdapat di Indonesia (misalnya yang banyak dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta).
  2. Waktu lambung kosong karena tidak makan seharian, pas buka, lambung, akan lebih gampang mencerna dan menyerap makanan kecil yang mengandung gula, malah lebih cepat dan maksimal lagi.
  3. Kandungan zat gula dalam ruthab dan tamar (tentunya dalam bentuk kimia sederhana) menjadikan proses pencernaan di lambung jadi sangat mudah, soalnya 2/3 zat gula yang ada dalam tamar dan ruthab bisa meningkatkan kadar gula dalam darah dalam waktu yang singkat.
  4. Selain itu, kita juga tidak perlu minum banyak-banyak lagi sewaktu buka jika kita makan ruthab atau tamar, karena sudah mengandung air 65-70%?! Tetapi sangat tidak dilarang untuk minum pun.

Subhanallah. Tidak heran jika Rasulullah menganjurkan kurma sebagai salah satu makanan pembuka puasa kita yang utama.
(sumber : eramuslim.com)

Sabtu, 27 Juli 2013

DULU DAN SEKARANG

Dulu kita pernah sangat KAGUM pada manusia cerdas, sangat kaya, berhasil dalam karir hidup dan hebat dalam dunianya...
Sekarang, kita memilih untuk mengganti kriteria kekaguman, kita kagum dengan manusia yang hebat di mata TUHAN.
Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan bersahaja!

Dulu, kita memilih MARAH karena merasa harga diri kita dijatuhkan ketika orang lain berlaku kasar, menggunjing, memfitnah dan menyakiti kita dengan kalimat-kalimat sindiran.
Sekarang kita memilih untuk BERSYUKUR dan BERTERIMAKASIH, karena kita yakin ada KASIH yang datang dari mereka, ketika kita mampu untuk memaafkan dan bersabar...
 
Dulu, kita memilih MENGEJAR dunia dan menumpuknya sebisa kita... Ternyata kita sadari kebutuhan kita hanyalah makan dan minum untuk hari ini dan bagaimana cara membuang sisanya dari perut...
Sekarang, kita memilih untuk BERSYUKUR dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana bisa mengisi waktu kita hari ini, dengan penuh kasih dan bermanfaat untuk sesama...

Dulu, kita berpikir bahwa kita bisa MEMBAHAGIAKAN orang tua, saudara dan teman-teman kalau kita berhasil dengan dunia kita.
Ternyata......yang membuat kebanyakan dari mereka bahagia adalah bukan itu, melainkan sikap,tingkah dan sapaan kita kepada mereka…. Sekarang, kita memilih untuk membuat mereka bahagia, dengan apa yang ada pada kita saja...

Dulu, pusat pikiran kita adalah membuat RENCANA-RENCANA dahsyat untuk dunia kita...
Ternyata yang kita jumpai teman dan saudara-saudara kita begitu cepat menghadap kepadaNYA. Sekarang, yang menjadi pusat pikiran dan rencana kita adalah bagaimana mempersiapkan diri dan terutama hati kita agar kita selalu SIAP jika suatu saat namaku dipanggil oleh-NYA...

Tak ada yang dapat menjamin bahwa kita dapat menikmati teriknya matahari besok.
Tak ada yang bisa memberikan jaminan, bahwa kita masih bisa menghirup nafas esok hari...
Kalau hari ini dan esok hari kita bisa hidup,itu semata-mata hanya ANUGERAH Tuhan…

"ALLAH MENJAWAB AL-FATIHAH KITA"

Banyak sekali orang yang cara membacanya tergesa-gesa tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya. Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah tersebut, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah Subhanahu Wata'ala ber-Firman:
"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku."
  • Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.
  • Ketika Kita mengucapkan "AlhamdulillahiRabbil 'alamin". Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."
  • Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim", Allah menjawab: "Hamba-Ku telah mengaagungkan-Ku."
  • Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin", Allah menjawab: "Hamba-Ku memuja-Ku."
  • Ketika kita mengucapkan "Iyyaka na' budu wa iyyaka nasta'in", Allah menjawab: "Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku."
  • Ketika kita mengucapkan "Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzinaan'amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin." Allah menjawab: "Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta." (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)
  • Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.
  • Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.
  • Barang siapa yang ucapan "Aamiin-nya" bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)
Sahabat jika Artikel Ini bermanfaat silahkan dibagikan , sampaikan walau satu ayat

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam; "Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada."
(HR. Muslim)
Oleh : Rumah Wakaf Indonesia

KISAH POHON APEL

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.
Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.
Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu……..
Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel.
Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya.
Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. "
Anak lelaki itu sangat senang.
Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi.
Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.
Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
"Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah.
Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.
Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.

Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.
Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
"Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu.
"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang.
Aku ingin pergi berlibur dan berlayar.
Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau.
Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.
Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku," kata pohon apel itu.
"Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.
Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat.
Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. "
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat.
Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.
Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua.
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.
Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.
Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan.
Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Khasiat Ayat Kursi

Khasiat Ayat Kursi :

☑ Baca pada saat keluar rumah,
     70,000 malaikat akan menjagamu dari semua sisi

☑ Baca saat masuk rumah,
    kemiskinan tidak akan memasuki rumahmu .

☑ Baca setelah berwudhu,
     Derajatmu akan dinaikkan 70 tingkat .

☑ Baca pada saat tidur ,
     malaikat akan menjagamu sepanjang malam .

☑ Baca setelah sholat,
     maka jarak antara kamu dan surga hanyalah 
    kematian .

Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi Shadaqah Jariah pada setiap orang yang anda kirimkan pesan ini, dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat pahalanya sampai hari kiamat.......

☑ Kenapa kita tidur kalau Allah memanggil ?
    Tapi sanggup tahan mengantuk saat menonton film selama 3 jam?

☑ Kenapa kita bosan saat baca al-qur'an?
     Melainkan kita lebih rela membaca timeline twitter, wall facebook, novel atau buku lain?

☑ Kenapa kita senang sekali mengabaikan pesan dari Allah?
    Tapi kita sanggup memforward pesan yang aneh-aneh ?

☑ Kenapa masjid semakin kecil ?
    Tapi bar dan club? semakin besar?

☑ Kenapa kita lebih sangat senang menyembah ARTIS?
    Tapi sangat susah untuk menemui ALLAH?
    Pikirkan itu

☑ Apakah anda akan memforward pesan ini?

☑ Apakah anda akan mengabaikan pesan ini karena takut ditertawakan dengan yang lain ?
     Allah Berkata: "Jika kamu menyangkal Aku di depan teman-temanmu, Aku akan menyangkal kamu
     pada saat hari penghakiman..."

Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang menyampaikan 1(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala. SUBHANALLAH..!

Waktu Imsak

Imsak hanya dikenal di asia tenggara, kemungkinan yg membuat ajaran Imsak ini berniat baik agar kita ada waktu utk bersiap diri melaksanakan sholat shubuh di masjid, namun dia lupa bahwa Islam yg diajarkan Nabi صلى الله عليه وسلم sudah sempurna shg tdk perlu ditambah atau dikurangi, akibatnya pd hari ini bnyk umat menganggap batas akhir makan sahur adalah Imsak shg menghilangkan ajaran Nabi صلى الله عليه وسلم yg sesungguhnya.

Dalil:
"Jika salah seorang dari kamu mendengar adzan sedangkan ia masih memegang piring (makanan), maka janganlah ia meletakkannya hingga ia menyelesaikan hajatnya (makannya)
[HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Hakim, dishahihkan oleh Adz Zahabi]

Ibnu Umar berkata, "Alqamah bin Alatsah pernah bersama Nabi صلى الله عليه وسلم, kemudian datang Bilal akan mengumandangkan adzan, kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Tunggu sebentar wahai bilal..!, Alqamah sedang makan sahur"
[Hadist ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani]

"Dan makan dan minumlah kamu hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam yaitu fajar"
(Al Baqarah : 187)

Jadi sahabatku, batas santap sahur adalah adzan shubuh, bukan IMSAK.

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah"
(Al Hasyr : 7)

Mohon sebarkan pesan ini, agar tidak makin tersebar kesalahan dan kekeliruan di masyarakat. Terutama di keluarga kita

Barakallahu fiikum

7 KEDAHSYATAN AYAT KURSI

  1. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya,ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.
  2. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dlm lindungan ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala hingga sholat yang lain.
  3. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir tiap sembahyang, tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya dan ahli rumah-rumah disekitarnya.
  4. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir tiap2 sholat fardhu, ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala menganugerahkandia setiap hati orang yg bersyukur, setiap perbuatan orang yg benar, pahala nabi2 serta Allah melimpahkan padanya rahmat.
  5. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.
  6. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir sholat ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi ALLAH sehingga mati syahid.
  7. Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala berkenan memberi pertolongan kepadanya.
Sabda Rasulullah SAW
"Barang siapa Menunjukkan kepada Kebaikan. Maka ia memperoleh Pahala yang sama seperti yang melakukan atau mengamalkan Kebaikan itu."
(HR. Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Minggu, 03 Maret 2013

Tuntunan Shalat-shalat Shunnah


Di antara rahmat Allah kepada hambanya adalah bahwa Allah mensyari'atkan bagi setiap kewajiban, sunnah yang sejenis; agar orang mukmin bertambah imannya dengan melakukan yang sunnah, dan menyempurnakan yang wajib pada hari kiamat, karena kewajiban-kewajiban mungkin ada yang kurang.

Shalat ada yang wajib dan sunnah, puasa ada yang wajib dan sunnah, demikian pula haji, sedekah dan lainnya, dan seorang hamba senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan yang sunnah-sunnah sehingga Allah mencintainya.

Semoga artikel ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. Amin. 

Macam shalat sunah adalah :  
1. Shalat Wudhu, yaitu shalat sunnah dua rakaat yang bisa dikerjakan setiap selesai wudhu. 
Niat Shalat Wudhu:
'Ushalli sunnatal wudlu-I rakataini lillahi Taaalaa 
artinya : aku niat shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah’ 

2. Shalat Tahiyatul Masjid, yaitu shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika memasuki masjid, sebelum duduk untuk menghormati masjid. Rasulullah bersabda:‘Apabila seseorang diantara kamu masuk masjid, maka janganlah hendak duduk sebelum shalat dua rakaat lebih dahulu (H.R. Bukhari dan Muslim).
Niat Shalat Tahiyatul Masjid:
Ushalli sunnatal Tahiyatul Masjidi  rakataini lillahi Taaalaa
Artinya : aku niat shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah’ 

3. Shalat Dhuha, adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari baru naik. Jumlah rakaatnya minimal 2 maksimal 12. Dari Anas berkata Rasulullah: Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga (H.R. Tarmiji dan Abu Majah).
Niat Shalat Dhuha:
Ushalli sunnatal Dhuha rakataini lillahi Taaalaa
Artinya : aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah

4. Shalat Rawatib, adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu.
a.      Qabliyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib. Waktunya : 2 rakaat sebelum shalat subuh, 2 rakaat sebelum shalat Dzuhur, 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Ashar, dan 2 rakaat sebelum shalat Isya.
Niat Shalat Rawatib Qabliyah:
‘Ushalli sunnatadh Dzuhri*)  rakataini Qibliyyatan lillahi Taaalaa
Artinya: aku niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat karena Allah
*) bisa diganti dengan shalat wajib yang akan dikerjakan.
b.      Badiyyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardhu.
Waktunya : 2 atau 4 rakaat sesudah shalat Dzuhur, 2 rakaat sesudah shalat Magrib dan 2 rakaat sesudah shalat Isya.
Niat Shalat Rawatib Ba’diyyah:
Ushalli sunnatadh Dzuhri*)  rakataini Badiyyatan lillahi Taaalaa
Artinya : aku niat shalat sunnah sesudah  dzuhur dua rakaat karena Allah
*)  bisa diganti dengan shalat wajib yang akan dikerjakan.

5. Shalat Tahajud, adalah shalat sunnah pada waktu malam. Sebaiknya lewat tengah malam. Dan setelah tidur. Minimal 2 rakaat maksimal sebatas kemampuan kita. Keutamaan shalat ini, diterangkan dalam Al-Quran. Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji(Q.S. Al Isra : 79 ).
Niat Shalat Tahajud:
Ushalli sunnatal tahajjudi  rakataini lillahi Taaalaa
Artinya : aku niat shalat sunnah tahajjud dua rakaat karena Allah

6. Shalat Istikharah, adalah shalat sunnah dua rakaat untuk meminta petunjuk yang baik, apabila kita menghadapi dua pilihan, atau ragu dalam mengambil keputusan. Sebaiknya dikerjakan pada 2/3 malam terakhir.
Niat Shalat Istikharah:
Ushalli sunnatal Istikharah  rakataini lillahi Taaalaa
Artinya : aku niat shalat sunnah Istikharah dua rakaat karena Allah

7. Shalat Hajat, adalah shalat sunnah dua rakaat untuk memohon agar hajat kita dikabulkan atau diperkenankan oleh Allah SWT. Minimal 2 rakaat maksimal 12 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat.
Niat Shalat Hajat:
Ushalli sunnatal Haajati  rakataini lillahi Taaalaa
Artinya : aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah

8. Shalat Mutlaq, adalah shalat sunnah tanpa sebab dan tidak ditentukan waktunya, juga tidak dibatasi jumlah rakaatnya. Shalat itu suatu perkara yang baik, banyak atau sedikit (Al Hadis).
Niat Shalat Mutlaq:
Ushalli sunnatal rakataini lillahi Taaalaa
Artinya : aku niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah

9. Shalat Taubat, adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT, agar mendapat ampunan-Nya.
Niat Shalat Taubat:
Ushalli sunnatal Taubati  rakataini lillahi Taaalaa
Artinya : aku niat shalat sunnah taubat  dua rakaat karena Allah

10. Shalat Tasbih, adalah shalat sunnah yang dianjurkan dikerjakan setiap malam, jika tidak bisa seminggu sekali, atau paling tidak seumur hidup sekali. Shalat ini sebanyak empat rakaat, dengan ketentuan jika dikerjakan pada siang hari cukup dengan satu salam, Jika dikerjakan pada malam hari dengan dua salam.
Niat Shalat Tasbih:
Ushalli sunnatan tasbihi rakaataini lilllahi taaalaa
Artinya aku niat shalat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah
a.       Usai membaca surat Al Fatehah membaca tasbih 15 kali.
b.      Saat ruku, usai membaca doa ruku membaca tasbih 10 kali
c.       Saat itidal, usai membaca doa itidal membaca tasbih 10 kali
d.      Saat sujud, usai membaca doa sujud membaca tasbih 10 kali
e.       Usai membaa doa duduk diantara dua sujud membaca tasbi 10 kali.
f.       Usai membaca doa sujud kedua membaca tasbih 10 kali.
Jumlah keseluruhan tasbih yang dibaca pada setiap rakaatnya sebanyak 75 kali. Lafadz bacaan tasbih yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar artinya : Maha suci Allah yang Maha Esa. Segala puji bagi Akkah, Dzat yang Maha Agung.

20. Shalat Tarawih,  adalah shalat sunnah sesudah shalat Isya’pada bulan Ramadhan. Menegenai bilangan rakaatnya disebutkan dalam hadis. Yang dikerjakan oleh Rasulullah saw, baik pada bulan ramadhan atau lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat (H.R. Bukhari). Dari Jabir Sesungguhnya Nabi saw telah shallat bersama-sama mereka delapan rakaat, kemudian beliau shalat witir. (H.R. Ibnu Hiban).
Pada masa khalifah Umar bin Khathtab, shalat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat dan hal ini tidak dibantah oleh para sahabat terkenal dan terkemuka. Kemudian pada zaman Umar bin Abdul Aziz bilangannya dijadikan 36 rakaat. Dengan demikian bilangan rakaatnya tidak ditetapkan secara pasti dalam syara, jadi tergantung pada kemampuan kita masing-masing, asal tidak kurang dari 8 rakaat.
Niat Shalat Tarawih:
Ushalli sunnatan Taraawiihi rakataini (Imamam/makmuman) lillahi taaallaa
Artinya : Aku niat shalat sunat tarawih dua rakaat (imamam/makmum) karena Allah

21. Shalat Witir, adalah shalat sunnat muakad (dianjurkan) yang biasanya dirangkaikan dengan shalat tarawih, Bilangan shalat witir 1, 3, 5, 7 sampai 11 rakaat. Dari Abu Aiyub, berkata Rasulullah Witir itu hak, maka siapa yang suka mengerjakan lima, kerjakanlah. Siapa yang suka mengerjakan tiga, kerjakanlah. Dan siapa yang suka satu maka kerjakanlah(H.R. Abu Daud dan Nasai). Dari Aisyah : Adalah nabi saw. Shalat sebelas rakaat diantara shalat isya dan terbit fajar. Beliau memberi salam setiap dua rakaatdan yang penghabisan satu rakaat (H.R. Bukhari dan Muslim)
Ushalli sunnatal witri rakatan lillahi taaalaa
Artinya: Aku niat shalat sunnat witir dua rakaat karena Allah 

22. Shalat Hari Raya, adalah shalat Idul Fitri pada 1 Syawal dan Idul Adha pada 10 Dzulhijah. Hukumnya sunat Muakad (dianjurkan).Sesungguhnya kami telah memberi engkau (yaa Muhammad) akan kebajikan yang banyak, sebab itu shalatlah engkau dan berqurbanlah karena Tuhanmu pada Idul Adha – (Q.S. Al Kautsar.1-2)Dari Ibnu Umar Rasulullah, Abu Bakar, Umar pernah melakukan shalat pada dua hari raya sebelum berkhutbah.(H.R. Jamaah).
Niat Shalat Idul Fitri :
Ushalli sunnatal liiidil fitri rakataini (imamam/makmumam) lillahitaaalaa
Artinya : Aku niat shalat idul fitri dua rakaat (imam/makmum) karena Allah
Niat Shalat Idul Adha:
Ushalli sunnatal liiidil Adha rakataini (imamam/makmumam) lillahitaaalaa
Artinya : Aku niat shalat idul adha dua rakaat (imam/makmum) karena Allah.
Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari. Syarat, rukun dan sunnatnya sama seperti shalat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnat sebagai berikut:
a.       Berjamaah
b.      Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua
c.       Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.
d.      Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.
e.       Membaca surat Qaf dirakaat pertama dan surat Al Qomar di rakaat kedua.
Atau surat Ala dirakat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
f.       Imam menyaringkan bacaannya.
g.      Khutbah dua kali setelah shalat sebagaimana khutbah jumat
h.      Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah dan pada Idul Adha tentang hukum-hukum Qurban.
i.        Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
j.        Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri pada Shalat Idul Adha sebaliknya.

23. Shalat Khusuf, adalah shalat sunat sewaktu terjadi gerhana bulan atau matahari. Minimal dua rakaat. Caranya mengerjakannya :
a.       Shalat dua rakaat dengan 4 kali ruku yaitu pada rakaat pertama, setelah ruku dan Itidal membaca fatihah lagi kemudian ruku dan Itidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat kedua.
b.      Disunatkan membaca surat yang panjang, sedang membacanya pada waktu gerhana bulan harus nyaring sedangkan pada gerhana matahari sebaliknya.
Niat shalat gerhana bulan:
Ushalli sunnatal khusuufi rakataini  lillahitaaalaa
artinya : Aku niat shalat gerhana bulan  dua rakaat  karena Allah

24. Shalat Istiqa,adalah shalat sunat yang dikerjakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT.
Niatnya:
Ushalli sunnatal Istisqaa-I  rakataini (imamam/makmumam) lillahitaaalaa
artinya : Aku niat shalat istisqaa dua rakaat (imam/makmum) karena Allah
Syarat-syarat mengerjakana Shalat Istisqa:
a.       Tiga hari sebelumnya agar ulama memerintahkan umatnya bertaobat dengan berpusa dan meninggalkan segala kedzaliman serta menganjurkan beramal shaleh. Sebab menumpuknya dosa itu mengakibatkan hilangnya rejeki dan datangnya murka Allah. Apabila kami hendak membinasakan suatu negeri, maka lebih dulu kami perbanyak orang-orang yang fasik, sebab kefasikannyalah mereka disiksa, lalu kami robohkan (hancurkan) negeri mereka sehancur-hancurnya(Q.S. Al Isra : 16).
b.      Pada hari keempat semua penduduk termasuk yang lemah dianjurkan pergi kelapangan dengan pakaian sederana dan tanpa wangi-wangian untuk shalat Istisqa
c.       Usai shalat diadakan khutbah dua kali. Pada khutbah pertama hendaknya membaca istigfar 9 X dan pada khutbah kedua 7 X.
Pelaksanaan khutbah istisqa berbeda dengan khutbah lainnya, yaitu :
a.       Khatib disunatkan memakai selendang.
b.      Isi khutbah menganjurkan banyak beristigfar, dan berkeyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan permintaan mereka.
c.       Saat berdoa hendaknya mengangkat tangan setinggi-tingginya. 
Saat berdo'a pada khutbah kedua, khatib hendaknya menghadap kiblat membelakangi makmumnya
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...